56
0

Laba BCA-BRI-BNI Melonjak, Indikasikan Perekonomian RI Naik?

56
0
kolase foto bca bri bniaristya rahadian

Jakarta, Kabarr.com – Periode publikasi laporan keuangan emiten besar telah dimulai. Tiga dari empat terbesar di tanah air, juga dikenal sebagai kelompok bank modal inti / KBMI 4 (bank dengan modal inti di atas Rs 70 triliun) telah merilis laporan keuangan untuk kuartal ketiga tahun 2021 yang menunjukkan kinerja positif.

Ketiga bank tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (). Hanya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang belum mempublikasikan laporan keuangannya dan dijadwalkan Kamis sore ini (28/10).

Tren laba bersih ketiga bank secara konsolidasi pada periode Januari-September 2021 mengalami pertumbuhan.

Secara nominal, laba BBCA merupakan yang tertinggi dengan perolehan Rp 23,2 triliun. Namun dari sisi pertumbuhan, laba bersih BBNI merupakan yang tertinggi yaitu 73,9% year-on-year (year-on-year).

Berikut ringkasan data laba bersih ketiga bank tersebut selama 9 bulan terakhir.

bank penerbitLaba bersih (triliun rupiah)Pertumbuhan (% YoY)
BBCA23.215.8
BRI19.134.7
bbni7.773.9

Menariknya, salah satu pendorong kenaikan laba bersih ketiga bank tersebut sama, yakni penurunan biaya dana (Cost of Funds/CoF) di tengah perlambatan penyaluran kredit.

Peningkatan jumlah dan proporsi dana murah atau CASA (giro tabungan) berkontribusi terhadap pendapatan bunga bersih (NII) bank.

Di masa pandemi, banyak orang lebih memilih untuk menabung dan bertransaksi secara online menggunakan mobile banking. Kedua faktor ini membuat Pemacu meningkatkan pendapatan berbasis biaya dan Pendapatan bunga bersih.

Kenaikan laba tiga bank raksasa tersebut juga mencerminkan perekonomian nasional sudah mulai pulih. Ketika roda perekonomian mulai berputar kembali, industri yang pertama kali merasakan dampaknya tak lain adalah perbankan.

Ketika ekonomi mulai ‘berjalan’, pinjaman yang menjadi urat nadi perbankan pasti akan mengalir kembali, sedangkan kredit macet yang sebelumnya melonjak akibat berbagai industri yang terdampak Covid-19 akan kembali normal sehingga kredit macet bisa dihilangkan lagi. .

Hal ini tentunya akan meningkatkan pendapatan bunga bank dan mengurangi cadangan devisa, sehingga tidak heran jika laba bersih bank berhasil tumbuh pesat di tahun yang diperkirakan menjadi tahun pemulihan ekonomi.

Pasar merespon positif kinerja keuangan perbankan yang positif. Dalam sebulan terakhir, saham tiga bank besar itu telah dikoleksi oleh asing dan telah menaikkan harganya lebih dari 10%.

Katalis positif bagi saham-saham perbankan tersebut tidak hanya berasal dari perbaikan kinerja keuangannya, tetapi juga didorong oleh aksi korporasi yang dilakukan emiten.

Dalam kasus BBCA, pasar merespon positif aksi korporasi berupa pemecahan saham.

Keberhasilan pelaksanaan HMETD atau penerbitan saham baru senilai Rp 96 miliar serta konsolidasi Pegadaian dan PNM dalam laporan keuangan bank yang fokus pada segmen ultra mikro juga mendapat sambutan hangat dari pasar. . .

Terakhir, dalam kasus BBNI, rencana bank untuk mengakuisisi mini bank yang akan digunakan sebagai bank digital juga berarti tindakannya tidak ketinggalan investor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *