74
0

Daftar bank yang akan menurunkan biaya transfer menjadi total Rp 2.500

74
0
daftar bank yang akan menurunkan biaya transfer menjadi total rp 2 500

JAKARTA, Kabarr.com – Bank Indonesia menargetkan sistem baru BI Quick Pay dapat beroperasi penuh pada minggu kedua Desember 2021. Salah satu keunggulan BI Quick Pay adalah lebih murah, hanya Rp. 2.500.

Pada tahap awal, BI Fast fokus pada layanan transfer kredit individu. Untuk tahap awal, hanya beberapa bank yang bisa menjalankan BI Fast Payment. Jadi bank mana yang bisa menerapkan biaya transfer Rp 2500 lebih dulu?

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan: BI-Fast diciptakan untuk mendukung konsolidasi industri dan integrasi end-to-end Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) nasional, yang didorong secara nasional sebagai cara pelaksanaan Rencana Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI). ) 2025, serta untuk mendukung tercapainya sistem pembayaran yang cepat, murah, mudah, aman dan terpercaya.

“Penerapan BI-FAST juga sejalan dengan arah kebijakan Bank Indonesia ke depan, baik di bidang moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran maupun dalam pengelolaan uang Rupiah, untuk mendukung terciptanya ekosistem digital yang terintegrasi, interoperable, dan interkoneksi. implementasi BI-FAST, BI menetapkan lima kebijakan,” kata Perry secara virtual, Jumat (22/10/2021).

Pertama, kepesertaan BI-FAST terbuka bagi perbankan, Lembaga Selain Perbankan (LSB) dan pihak lain, sepanjang memenuhi kriteria umum dan khusus yang telah ditetapkan. Kedua, penetapan 22 calon peserta lot 1 pada Desember 2021 dan 22 calon peserta lot 2 pada Januari 2022.

Ketiga, penyediaan infrastruktur BI-FAST oleh peserta dapat dilakukan secara mandiri, sub-independen (afiliasi), atau bersama antar peserta/pihak sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Keempat, penetapan batas nominal maksimum transaksi BI-FAST pada implementasi awal ditetapkan sebesar Rp250 juta per transaksi dan akan dievaluasi secara berkala. Kelima, penetapan skema pricing BI-FAST dari BI ke Peserta ditetapkan sebesar Rp19 per transaksi dan dari peserta ke nasabah ditetapkan maksimal Rp2.500 per transaksi yang akan ditinjau secara berkala.

“Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dan implementasi BI-FAST dengan pelaku industri, dalam rangka mengintegrasikan EKD nasional dan mewujudkan terciptanya layanan sistem pembayaran yang nyaman, mempercepat pemulihan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, serta inklusi ekonomi dan keuangan. ” kata Perry.

Perry mengatakan arus digitalisasi ekonomi dan keuangan terjadi hampir di setiap aspek kehidupan. Pola konsumsi berubah menggunakan platform digital dan menuntut metode pembayaran yang serba mobile, cepat, mudah, murah, dan sekaligus aman.

Penyebaran pandemi COVID-19 menciptakan tantangan baru tetapi juga membuka sejumlah peluang. Digitalisasi menjadi kunci percepatan pemulihan ekonomi nasional dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Untuk menjawab tantangan digitalisasi di segala aspek kehidupan masyarakat, Bank Indonesia mengeluarkan BSPI 2025.

Di BSPI 2025, inovasi digital sistem pembayaran ritel ditujukan untuk mewujudkan layanan sistem pembayaran berbiaya rendah. BI-FAST akan menjadi tulang punggung infrastruktur sistem pembayaran ritel masa depan, yang mempercepat pembayaran menggunakan berbagai instrumen dan channel secara real time, aman, mudah dan bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Pada tahap awal Desember 2021, implementasi BI-FAST akan fokus pada layanan transfer kredit individu. Selain itu, layanan BI-FAST akan diperluas secara bertahap untuk mencakup layanan kredit massal, debit langsung, dan permintaan pembayaran.

Berikut daftar bank yang akan menerapkan biaya transfer Rp2500 mulai minggu kedua Desember 2021

  1. BTN
  2. DBS Indonesia
  3. Bank permata
  4. Bank Mandiri
  5. bangku Danamon
  6. CIMB Niaga
  7. BCA
  8. HSBC
  9. UOB
  10. Bank mega
  11. BNI
  12. BSI
  13. BRI
  14. OCBC NISP
  15. BTN BARU
  16. Permata BARU
  17. UUS CIMB Niaga
  18. UUS Danamon
  19. BCA Syariah
  20. Bank Sinarmas
  21. Citibank
  22. Bank Woori.

Sedangkan bank lain hanya akan menerapkan BI Fast Payment dengan sebesar Rp2.500 pada tahap kedua mulai Minggu keempat Januari 2022 yaitu

  1. KSEI
  2. Bank Sahabat Sampoerna
  3. Bank Harda Internasional
  4. Bank Maspion
  5. KEB Hana
  6. BRI Agroniaga
  7. Ina Perdana
  8. bank besar
  9. Bank Nobu
  10. UUS Jawa Timur
  11. Bank khatim
  12. Bangku Multi Artha Sentosa
  13. Bank Mestika Dharma
  14. Bank Ganesha
  15. OCBC NISP BARU
  16. Bank digital BCA
  17. Sinarmas BARU
  18. Bank Sentral Jawa
  19. UUS Jawa Tengah
  20. Standar perbankan resmi
  21. BPD Bali
  22. Bank Papua.

Artikel ini telah muncul di Kontan.co.id dengan judul: Berikut daftar 22 bank yang akan menerapkan biaya transfer Rp 2500 (Wartawan: Maizal Walfajri | Redaktur: Adi Wikanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *